Literasi Digital menjadi fokus perhatian utama dalam program pembekalan remaja desa di Bima sebagai langkah strategis mencegah maraknya konflik sosial di tengah masyarakat. Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat sering kali tidak diimbangi dengan pemahaman yang memadai dalam menyaring informasi di media sosial. Kerap kali, berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, serta konten provokatif menjadi pemantik timbulnya kesalahpahaman dan perselisihan antar kelompok pemuda di pedesaan Bima.
Melalui program pelatihan berkala yang diselenggarakan di balai-balai desa, para remaja diajarkan cara memverifikasi kebenaran suatu informasi sebelum membagikannya ke jejaring media sosial. Materi Literasi Digital mencakup pemahaman hukum perundang-undangan digital, etika berkomunikasi di dunia maya, hingga dampak psikologis dan sosial dari penyebaran konten negatif. Generasi muda didorong untuk memiliki pola pikir kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu suku, agama, dan antargolongan yang sengaja dihembuskan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Selain pembekalan teori, peserta pelatihan juga dilatih untuk memproduksi konten-konten kreatif yang positif, edukatif, dan mengangkat potensi kebudayaan lokal daerah Bima. Para remaja diajak memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk berwirausaha digital, mempromosikan pariwisata desa, serta membangun jejaring persahabatan yang konstruktif. Perubahan fokus penggunaan teknologi dari hal-hal negatif menjadi kegiatan produktif ini terbukti sangat efektif dalam meredam potensi gesekan sosial di kalangan pemuda.
Dampak positif dari pelaksanaan program pembinaan ini mulai terlihat jelas dari menurunnya angka ketegangan antar-remaja desa akibat provokasi di media sosial. Para remaja kini lebih proaktif berperan sebagai agen perdamaian digital yang bertugas meluruskan informasi keliru di grup-grup percakapan komunitas mereka. Kehadiran Literasi Digital mampu mengubah pola interaksi sosial generasi muda Bima menjadi jauh lebih dewasa, toleran, dan berorientasi pada persatuan serta kemajuan bersama di wilayah mereka.
Pemerintah daerah bersama tokoh masyarakat dan aparat kepolisian setempat berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program edukasi digital ini hingga ke pelosok desa terpencil. Penyediaan fasilitas internet sehat dan sudut baca digital di balai desa menjadi sarana pendukung utama keberlanjutan program. Dengan terwujudnya masyarakat muda yang cerdas bermedia sosial, Kabupaten Bima optimis dapat menciptakan suasana daerah yang aman, damai, harmonis, serta bebas dari ancaman konflik sosial.
