Poslantas Sigap Bubarkan Dua Kelompok Siswa yang Terlibat Tawuran di Jayapura

Petugas Pos Lalu Lintas (Poslantas) dengan sigap bertindak cepat untuk bubarkan tawuran yang melibatkan dua kelompok siswa sekolah menengah di Jayapura. Insiden ini terjadi pada hari Jumat, 2 Mei 2025, sekitar pukul 13.00 WIT di Jalan Soa Siu, tepatnya di depan Kantor Dinas Perhubungan Kota Jayapura. Aksi bubarkan tawuran ini berhasil mencegah terjadinya korban luka yang lebih parah dan kerusakan fasilitas umum.

Menurut keterangan saksi mata, seorang pedagang kaki lima bernama Mama Rina (52 tahun), kericuhan bermula ketika dua kelompok siswa dari sekolah yang berbeda saling mengejek. Ejekan tersebut kemudian berujung pada aksi saling dorong dan lempar batu. Melihat situasi yang semakin memanas dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya, petugas Poslantas yang sedang berjaga tidak jauh dari lokasi segera bergerak untuk bubarkan tawuran tersebut.

Bripka Anton, salah satu anggota Poslantas yang terlibat langsung dalam upaya bubarkan tawuran, menuturkan bahwa saat kejadian, arus lalu lintas sedang cukup ramai. Tindakan cepat mereka untuk melerai kedua kelompok siswa tersebut sangat penting untuk menghindari terjadinya kemacetan dan potensi kecelakaan akibat ulah para pelajar yang terlibat tawuran. Dengan menggunakanmegaphone dan tindakan persuasif, petugas berhasil membubarkan kedua kelompok siswa tersebut dan mengamankan beberapa siswa yang diduga menjadi provokator.

Setelah berhasil bubarkan tawuran, petugas Poslantas kemudian menghubungi pihak Polsek Jayapura Utara untuk penanganan lebih lanjut. Beberapa siswa yang diamankan dibawa ke Mapolsek untuk diberikan pembinaan dan dipanggil pihak sekolah serta orang tua mereka. Kapolsek Jayapura Utara, Kompol Joni Abbas, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada pukul 15.00 WIT, membenarkan adanya kejadian tersebut. Beliau menyayangkan tindakan para siswa yang terlibat tawuran dan mengimbau pihak sekolah serta orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap perilaku anak-anak mereka. Kejadian ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat, termasuk para pelajar. Pihak kepolisian juga akan meningkatkan patroli di jam-jam rawan terjadinya aksi serupa.