Dunia kriminal di wilayah Nusa Tenggara Barat sempat dihebohkan dengan sosok pencuri kendaraan bermotor yang dikenal licin dan sulit ditangkap oleh aparat keamanan. Namun, pelarian panjang sang raja maling motor tersebut akhirnya berakhir setelah tim operasional Polres Bima melakukan pengepungan ketat di persembunyiannya yang terletak di daerah pegunungan terpencil. Tersangka utama ini menjadi viral di tengah masyarakat karena rumor mengenai kemampuannya yang tidak mempan ditembus peluru saat melakukan aksi kejahatan di berbagai lokasi. Penangkapan ini menjadi prestasi besar bagi kepolisian setempat dalam menjawab keresahan warga yang selama ini merasa terintimidasi oleh keberanian dan kekejaman komplotan pencuri yang dipimpin oleh tersangka tersebut.
Modus operandi yang dilakukan oleh sang raja maling ini tergolong sangat nekat, di mana ia sering kali beraksi di siang bolong dan tidak segan-segan melukai korbannya jika melakukan perlawanan. Berdasarkan pengakuan dari para pengikutnya yang telah ditangkap lebih dulu, tersangka selalu melakukan ritual khusus sebelum beraksi, yang memperkuat mitos di kalangan kriminal mengenai kekebalannya terhadap senjata api. Namun, Polres Bima membuktikan bahwa strategi pengepungan yang matang dan penggunaan tindakan tegas terukur jauh lebih efektif daripada takhayul mana pun. Saat dilakukan penyergapan, tersangka sempat mencoba melawan menggunakan senjata tajam, namun kesigapan petugas di lapangan berhasil melumpuhkannya tanpa memberikan celah sedikit pun untuk melarikan diri kembali ke dalam hutan.
Keberhasilan Polres Bima dalam menangkap raja maling motor ini juga mengungkap jaringan penadah besar yang tersebar di beberapa kabupaten tetangga. Polisi berhasil menyita puluhan unit sepeda motor hasil curian yang rencananya akan dikirim ke luar pulau dengan cara mengubah nomor rangka dan mesin secara ilegal. Tersangka diketahui telah beroperasi selama bertahun-tahun dan memiliki rekam jejak kriminalitas yang sangat panjang, menjadikannya target operasi utama dalam kalender keamanan daerah. Dengan tertangkapnya gembong pencurian ini, angka laporan kehilangan kendaraan bermotor di wilayah Bima dan sekitarnya diharapkan dapat menurun drastis, sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap supremasi hukum yang berlaku bagi setiap pelaku kejahatan tanpa terkecuali.
