Ancaman peredaran gelap narkotika kini telah memasuki fase yang sangat menakutkan dengan munculnya berbagai varian baru yang dirancang sedemikian rupa agar luput dari pengawasan orang tua maupun guru di sekolah. Polres Bima memberikan peringatan serius mengenai Jenis Narkoba Baru yang kini dikemas dalam bentuk-bentuk yang sangat lazim ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti produk panganan ringan. Para bandar narkotika secara sengaja menyasar kelompok usia muda sebagai target pasar jangka panjang mereka, dengan harapan dapat menciptakan ketergantungan sejak dini tanpa disadari oleh para korbannya. Ketegasan dalam melakukan pengawasan terhadap pergaulan anak dan lingkungan sekitar adalah tindakan preventif yang tidak bisa ditawar lagi bagi setiap keluarga di wilayah Bima guna melindungi masa depan generasi muda dari kehancuran fisik maupun mental akibat zat adiktif.
Salah satu modus operandi yang paling licin dan berbahaya saat ini adalah mengemas zat psikoaktif dalam zat aditif berbentuk permen atau cairan rokok elektrik (liquid vape) yang aromanya menyerupai buah-buahan segar. Produk semacam ini sering kali matiarkan secara sembunyi-sembunyi melalui platform media sosial atau jaringan pertemanan terbatas yang sulit dideteksi oleh aparat jika tidak ada laporan dari masyarakat aktif. Orang tua harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengenali perubahan perilaku pada anak, seperti perubahan pola tidur, penurunan prestasi akademik yang drastis, hingga sifat yang menjadi lebih tertutup dan mudah didapat tanpa alasan yang jelas. Pendidikan mengenai bahaya narkoba tidak boleh lagi dilakukan secara konvensional, melainkan harus menggunakan pendekatan yang lebih relevan dengan tantangan zaman digital agar anak-anak memahami konsekuensi jangka panjang secara logistik.
Edukasi yang diberikan harus menekankan bahwa sekali seseorang terjerumus ke dalam lingkaran setan narkoba, proses pemulihannya akan sangat berat, mahal, dan memerlukan waktu yang sangat lama tanpa jaminan kesembuhan total secara psikologis. Masyarakat harus sadar bahwa bandar narkoba tidak peduli dengan nyawa manusia, melainkan hanya memikirkan keuntungan ekonomi yang besar dari penderitaan para pecandunya yang kehilangan masa depan mereka. Oleh karena itu, program edukasi anak harus dilakukan secara berkelanjutan baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun tempat ibadah untuk membangun ketahanan mental yang kuat agar mereka mampu menolak tawaran barang terlarang tersebut. Keterbukaan komunikasi antara orang tua dan anak menjadi kunci utama agar anak merasa nyaman bercerita jika menemukan hal-hal mencurigakan di lingkungan pergaulan
