Kondisi geografis wilayah Nusa Tenggara Barat yang memiliki banyak daerah perbukitan dan jalur terjal menantang pihak kepolisian untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan. Guna memastikan keamanan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, Polres Bima secara rutin menggelar kegiatan pengamanan unik menggunakan hewan ternak lokal melalui program patroli berkuda. Langkah ini diambil sebagai solusi paling efektif untuk menjangkau desa-desa terpencil di pelosok yang belum memiliki akses jalan aspal atau sulit dilalui oleh kendaraan bermotor, terutama saat musim penghujan ketika jalanan menjadi berlumpur dan licin.
Penggunaan kuda oleh personel Polres Bima memberikan keunggulan tersendiri dibandingkan menggunakan kendaraan taktis. Kuda-kuda yang digunakan adalah ras lokal yang sudah terbiasa dengan medan pegunungan yang sempit dan berbatu. Dengan kehadiran petugas yang menunggangi kuda, jangkauan pemantauan wilayah menjadi lebih luas hingga ke area perkebunan dan hutan yang rawan akan tindak pencurian ternak atau pembalakan liar. Selain itu, metode ini dianggap jauh lebih ramah lingkungan dan mampu menciptakan kedekatan emosional antara polisi dan warga yang tinggal di wilayah pedalaman, karena kuda merupakan bagian dari budaya masyarakat Bima.
Selama menjalankan tugas di pelosok, tim dari Polres Bima tidak hanya fokus pada pengamanan fisik semata, tetapi juga mengemban misi kemanusiaan. Petugas seringkali membawa bantuan berupa bahan pokok atau obat-obatan ringan yang diselipkan pada pelana kuda untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Dialog tatap muka yang terjalin saat petugas turun dari kuda di depan rumah warga menjadi sarana yang sangat efektif untuk menyerap keluhan masyarakat terkait gangguan kamtibmas. Kehadiran polisi di titik-titik yang selama ini merasa terisolasi memberikan rasa aman yang nyata bagi warga desa yang jarang melihat aparat di wilayah mereka.
Keberhasilan program dari Polres Bima ini telah menunjukkan hasil yang signifikan, di mana angka kriminalitas di daerah pinggiran mulai mengalami penurunan. Masyarakat menjadi lebih berani untuk melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan karena mereka tahu bahwa petugas akan tetap datang meski jalur menuju desa mereka sangat sulit ditempuh. Inovasi ini membuktikan bahwa dedikasi dalam menjalankan tugas negara tidak boleh terhalang oleh keterbatasan infrastruktur. Kepolisian berkomitmen untuk terus merawat dan melatih unit berkuda ini agar selalu siap sedia dalam kondisi darurat maupun rutin, menjaga kedaulatan hukum hingga ke ujung wilayah Bima.
