Peredaran minuman keras di tengah masyarakat sering kali menjadi akar penyebab terjadinya berbagai tindak kriminalitas, mulai dari penganiayaan, kecelakaan lalu lintas, hingga keributan antar-kelompok. Menyadari dampak destruktif tersebut, kepolisian mengambil langkah preventif melalui program edukasi yang menyasar langsung ke akar rumput. Kegiatan Penyuluhan Bahaya Miras kini digalakkan secara intensif untuk memberikan pemahaman kepada warga, terutama generasi muda, mengenai risiko kesehatan dan konsekuensi hukum yang timbul akibat konsumsi alkohol secara berlebihan. Langkah ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan misi penyelamatan masa depan bangsa dari pengaruh zat adiktif yang merusak.
Program ini menjadi Agenda Rutin yang dijalankan dengan pendekatan humanis oleh para petugas di lapangan. Petugas tidak hanya datang dengan membawa aturan hukum, tetapi juga merangkul tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memberikan perspektif moral dan sosial. Dalam setiap pertemuan di balai desa atau sekolah, para personel menjelaskan secara detail bagaimana alkohol dapat merusak saraf pusat, memicu perilaku agresif, dan menghancurkan masa depan karir seseorang. Melalui edukasi yang konsisten, diharapkan muncul kesadaran kolektif dari masyarakat untuk menolak peredaran minuman beralkohol di lingkungan mereka masing-masing demi terciptanya suasana yang kondusif.
Peran utama dalam kegiatan ini dipegang oleh sosok Bhabinkamtibmas, yakni polisi yang bertugas khusus di tingkat desa atau kelurahan. Mereka adalah ujung tombak kepolisian yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari warga. Karena sering berinteraksi langsung, petugas Bhabinkamtibmas lebih mudah diterima saat memberikan nasihat atau peringatan terkait bahaya miras. Di wilayah hukum Polres Bima, petugas tidak hanya memberikan materi di dalam ruangan, tetapi juga aktif melakukan patroli sambang ke tempat-tempat yang diduga menjadi lokasi berkumpulnya pemuda untuk melakukan pesta miras. Pendekatan persuasif ini terbukti efektif dalam meredam potensi konflik yang biasanya dipicu oleh pengaruh alkohol.
Kesuksesan program pencegahan ini sangat bergantung pada dukungan penuh dari para orang tua dan tenaga pendidik. Polisi mengimbau agar keluarga lebih memperketat pengawasan terhadap pergaulan anak-anak mereka. Bahaya nyata dari miras sering kali bermula dari rasa ingin tahu yang salah arah di lingkungan pertemanan. Dengan adanya penyuluhan yang dilakukan oleh Polres Bima, masyarakat dibekali pengetahuan untuk mendeteksi dini ciri-ciri seseorang yang mulai terpapar pengaruh alkohol. Kerja sama lintas sektoral ini bertujuan untuk menciptakan wilayah yang bebas dari pengaruh negatif miras, sehingga produktivitas warga dapat meningkat tanpa terganggu oleh masalah keamanan yang tidak perlu.
