Keberadaan aksi pemerasan dan pemaksaan oleh kelompok tidak bertanggung jawab sangat meresahkan para pengguna jasa transportasi umum. Lingkungan Terminal Bima menjadi sasaran utama operasi pembersihan aksi kejahatan jalanan demi menciptakan ketertiban masyarakat yang kondusif. Aparat kepolisian mengerahkan tim khusus untuk melakukan penertiban secara terukur terhadap oknum-oknum yang sering meresahkan penumpang. Tindakan tegas ini diambil untuk mengembalikan fungsi terminal sebagai tempat pelayanan publik yang aman dan nyaman.
Penertiban dilakukan melalui pemeriksaan identitas diri serta pengawasan melekat terhadap aktivitas pergerakan orang di dalam area terminal. Oknum yang terbukti melakukan pemaksaan tarif parkir maupun penjualan tiket secara tidak resmi langsung diamankan petugas. Pembinaan hukum diberikan kepada para calo agar tidak lagi melakukan tindakan yang merugikan para calon penumpang armada. Lingkungan Terminal Bima yang bersih dari praktik intimidasi akan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk kembali menggunakan bus.
Pemasangan spanduk imbauan serta pembentukan pos pengamanan siaga dua puluh empat jam dilakukan pada titik-titik rawan kriminalitas. Petugas mengimbau penumpang untuk membeli tiket bus hanya pada loket resmi yang telah disediakan oleh pengelola. Saluran pengaduan cepat disiapkan agar warga dapat melaporkan indikasi aksi pemerasan secara langsung kepada petugas piket. Kehadiran aparat penegak hukum di Terminal Bima secara berkelanjutan terbukti ampuh menciptakan rasa tenang bagi seluruh pengunjung.
Koordinasi dengan pengurus Organisasi Angkutan Darat serta para pengemudi bus terus dibina untuk memelihara keamanan secara mandiri. Para sopir diajak untuk melaporkan segala bentuk pungutan liar yang berpotensi merusak iklim usaha transportasi jalan. Kesadaran bersama dalam menjaga ketertiban menjadi modal penting dalam menciptakan kenyamanan kerja bagi para kru bus. Terminal yang teratur akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Hasil positif dari operasi pencegahan kejahatan jalanan ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat yang melakukan perjalanan antarkota. Suasana terminal kini jauh lebih tertib, bersih, dan bebas dari rasa cemas akibat aksi pemaksaan oknum liar. Kepolisian berjanji akan terus melakukan pengawasan secara rutin agar praktik kejahatan tidak kembali muncul di kemudian hari. Rasa aman warga menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan pelayanan keamanan di pusat transportasi publik.
