Di wilayah pedesaan Bima, persoalan lahan seringkali menjadi isu yang sangat sensitif dan berpotensi memicu bentrokan fisik antar warga. Kehadiran personel Bhabinkamtibmas seringkali dijuluki sebagai Pahlawan Desa karena keberhasilan mereka dalam melakukan mediasi di tingkat bawah. Tugas mereka bukan hanya menjaga keamanan secara fisik, tetapi menjadi penengah yang adil saat terjadi sengketa batas tanah atau perebutan warisan. Dengan pendekatan yang persuasif dan memahami hukum adat setempat, mereka berupaya menyelesaikan setiap konflik melalui jalan musyawarah, memastikan tidak ada darah yang tertumpah demi sepetak tanah.
Kisah para Pahlawan Desa ini dimulai dari kesabaran mereka dalam mendengarkan keluhan dari kedua belah pihak yang bersengketa. Seorang anggota Bhabinkamtibmas harus mampu menempatkan diri sebagai pendengar yang baik tanpa memihak. Di Bima, di mana ikatan kekeluargaan sangat kuat namun harga diri juga sangat dijaga, cara berkomunikasi menjadi sangat krusial. Polisi seringkali mendatangi rumah warga secara kekeluargaan, duduk bersama di serambi rumah sambil minum kopi, untuk mendinginkan suasana sebelum membawa kedua pihak ke meja formal mediasi di kantor desa.
Efektivitas peran Pahlawan Desa terlihat saat mereka berhasil mengajak warga untuk melihat bukti-bukti kepemilikan secara kepala dingin. Mereka berkoordinasi dengan pihak desa dan badan pertanahan untuk memberikan penjelasan hukum yang akurat. Dengan kehadiran polisi sebagai penengah, warga merasa ada jaminan keamanan dan keadilan dalam proses tersebut. Mediasi yang sukses tidak hanya menyelesaikan masalah lahan, tetapi juga merajut kembali tali silaturahmi yang sempat renggang. Ini adalah bentuk nyata dari fungsi Polri dalam melakukan pencegahan konflik dini di masyarakat.
Dibalik seragam cokelatnya, para Pahlawan Desa ini seringkali harus menempuh perjalanan jauh dengan medan yang sulit untuk mencapai lokasi sengketa di lereng gunung atau pelosok desa. Mereka bekerja tanpa mengenal waktu demi memastikan ketenteraman warga binaannya. Kepercayaan masyarakat terhadap polisi di Bima terus meningkat berkat dedikasi para anggota di lapangan ini. Mereka membuktikan bahwa penyelesaian masalah hukum tidak selalu harus berakhir di pengadilan, selama ada kemauan untuk saling bicara dan saling mengerti melalui bimbingan petugas yang berdedikasi tinggi.
