Kepolisian Resor (Polres) Bima menyadari bahwa konflik sosial adalah tantangan serius bagi stabilitas daerah. Alih-alih mengedepankan penindakan semata, Polres Bima kini fokus pada pendekatan restoratif melalui Mediasi Komprehensif. Strategi ini bertujuan untuk menyelesaikan akar masalah, bukan sekadar meredam ketegangan sesaat, sehingga kedamaian warga dapat terwujud secara berkelanjutan.
Mediasi Komprehensif yang diterapkan Polres Bima melibatkan pemangku kepentingan dari berbagai unsur. Selain aparat kepolisian, ada tokoh agama, tokoh adat, pemerintah daerah, dan akademisi yang turut dilibatkan. Pendekatan multi-pihak ini memastikan solusi yang dihasilkan diterima oleh semua kelompok yang berkonflik, menjamin keberlanjutan resolusi.
Tahap awal Mediasi Komprehensif adalah pemetaan konflik secara mendalam dan netral. Tim khusus mengumpulkan data, mengidentifikasi pemicu, serta aktor-aktor kunci di balik perselisihan. Pemahaman yang utuh dan akurat terhadap dinamika konflik sangat penting sebelum proses mediasi formal dimulai.
Dalam sesi mediasi, Polres Bima bertindak sebagai fasilitator yang imparsial, menciptakan ruang dialog yang aman dan terbuka. Fokusnya adalah membantu pihak-pihak berkonflik menemukan kesamaan dan merumuskan solusi yang saling menguntungkan (win-win solution). Proses ini mengutamakan kearifan lokal dalam penyelesaian masalah.
Penerapan Mediasi Komprehensif ini telah menunjukkan hasil positif dalam menekan angka kekerasan dan konflik sosial di wilayah Bima. Banyak perselisihan antar-desa atau antar-kelompok yang sebelumnya berpotensi meluas, berhasil diselesaikan di tingkat polres. Masyarakat mulai merasakan manfaat dari dialog dan kesepakatan damai.
Untuk memperkuat strategi ini, Polres Bima rutin memberikan pelatihan khusus kepada anggotanya tentang teknik mediasi dan negosiasi. Kemampuan personel dalam mengelola emosi dan membangun kepercayaan menjadi kunci keberhasilan. Kompetensi ini penting untuk memastikan setiap proses mediasi berjalan efektif dan berkeadilan.
Keberhasilan program ini juga tidak terlepas dari peran aktif masyarakat Bima dalam menerima pendekatan restoratif. Adanya kesadaran kolektif untuk menyelesaikan masalah secara damai menjadi modal sosial yang besar. Ini menunjukkan bahwa Mediasi Komprehensif merupakan jalan terbaik menuju harmoni sosial.
Polres Bima menjadikan Mediasi Komprehensif sebagai salah satu program unggulan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Langkah proaktif ini bukan hanya meredam konflik sosial, tetapi juga membangun fondasi kuat bagi persatuan dan pembangunan daerah. Kedamaian Bima kini semakin kokoh dan terjamin.
