Keamanan lingkungan saat warga sedang melaksanakan salat Tarawih di masjid menjadi perhatian serius bagi Polres Bima. Kekosongan rumah di pemukiman dalam waktu yang bersamaan sering kali dimanfaatkan oleh pencuri spesialis rumah kosong. Untuk mengatasi hal ini, konsep Siskamling digital berbasis teknologi mulai diperkenalkan kepada masyarakat Bima. Pemanfaatan kamera pengawas (CCTV) yang terhubung langsung ke ponsel pintar memungkinkan warga untuk memantau kondisi rumah dan lingkungan sekitarnya secara real-time, bahkan saat mereka sedang berada di dalam tempat ibadah, memberikan rasa tenang selama menjalankan kewajiban religius.
Penerapan Siskamling digital berbasis CCTV ponsel ini tidak harus mahal. Warga dapat menggunakan perangkat kamera IP yang kini banyak tersedia di pasaran dengan harga terjangkau, yang hanya memerlukan koneksi internet stabil. Selain di rumah masing-masing, pemasangan CCTV di titik-titik strategis lingkungan RT/RW yang bisa diakses secara bersama-sama oleh pengurus keamanan setempat sangat disarankan. Fitur deteksi gerakan (motion detection) pada aplikasi CCTV akan mengirimkan notifikasi instan ke ponsel jika ada pergerakan mencurigatif di area yang dipantau. Hal ini memungkinkan warga atau petugas keamanan untuk segera bertindak atau melapor ke Polres Bima jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
Polres Bima mengapresiasi setiap inisiatif warga dalam memperkuat sistem keamanan lingkungan secara mandiri melalui pendekatan digital ini. Namun, Siskamling fisik tetap tidak boleh ditinggalkan sepenuhnya. Penjagaan bergilir bagi mereka yang berhalangan ke masjid atau pengaturan waktu ibadah secara bergantian bagi petugas keamanan tetap diperlukan sebagai bentuk pertahanan fisik. Sinergi antara Siskamling digital berbasis teknologi dan patroli warga secara manual menciptakan sistem keamanan berlapis yang sangat efektif untuk menekan angka kriminalitas selama bulan Ramadan di wilayah Bima.
Keamanan adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan adaptasi terhadap kemajuan teknologi. Dengan teknologi di genggaman, kita bisa menjaga aset berharga sekaligus tetap fokus beribadah dengan khusyuk. Mari kita dorong tetangga di sekitar kita untuk turut serta dalam program penguatan keamanan berbasis komunitas ini. Jika Anda melihat sesuatu yang janggal melalui pantauan layar ponsel Anda, segera informasikan kepada warga lain melalui grup komunikasi lingkungan atau lapor ke pihak kepolisian. Dengan lingkungan yang terpantau secara digital, Bima akan menjadi daerah yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warganya selama bulan suci ini.
