Di kedalaman lautan yang misterius, seringkali tersembunyi petunjuk penting dalam kasus-kasus penegakan hukum atau lokasi korban dalam misi pencarian dan penyelamatan (SAR). Di sinilah tim penyelam Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) memainkan peran krusial, didukung oleh peralatan selam canggih yang memungkinkan mereka menjadi “mata di bawah air.” Kemampuan untuk beroperasi secara efektif di lingkungan bawah laut yang penuh tantangan adalah kunci keberhasilan setiap operasi.
Peralatan selam utama yang digunakan oleh penyelam Polairud adalah perangkat SCUBA (Self-Contained Underwater Breathing Apparatus). Ini terdiri dari tabung selam berisi udara terkompresi, regulator yang mengatur aliran udara, dan BCD (Buoyancy Control Device) untuk mengontrol daya apung penyelam. Kelengkapan ini memungkinkan penyelam untuk bernapas di bawah air dan bergerak dengan relatif bebas. Dalam setiap misi SAR, seperti pencarian korban kecelakaan laut di perairan Selat Sunda pada tanggal 10 April 2025, tim penyelam Polairud mengandalkan perangkat SCUBA mereka untuk menjelajahi area pencarian yang luas di dasar laut.
Selain perlengkapan dasar SCUBA, peralatan selam Polairud juga mencakup berbagai instrumen pendukung untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan. Komputer selam adalah alat penting yang memberikan informasi real-time kepada penyelam mengenai kedalaman, waktu selam, suhu air, dan batas dekompresi, mencegah mereka terkena decompression sickness. Lampu selam yang kuat juga vital untuk visibilitas di kedalaman yang gelap atau perairan keruh, memungkinkan penyelam untuk melihat objek kecil atau petunjuk penting.
Untuk dokumentasi dan bukti, tim penyelam Polairud sering dilengkapi dengan kamera bawah air beresolusi tinggi. Ini memungkinkan mereka merekam temuan, mengidentifikasi objek, atau mendokumentasikan kondisi di bawah air yang relevan dengan penyelidikan. Dalam operasi pengangkatan barang bukti dari kapal karam di perairan Makassar pada hari Kamis, 20 Maret 2025, rekaman visual dari kamera bawah air penyelam Polairud menjadi bukti penting dalam penyelidikan kepolisian.
Keamanan penyelam juga menjadi prioritas utama, sehingga peralatan selam mereka dilengkapi dengan perangkat keselamatan seperti pisau selam, surface marker buoy (SMB) untuk menandai posisi penyelam di permukaan, dan sistem komunikasi bawah air terbatas. Pelatihan rutin dan pemeliharaan peralatan yang ketat juga memastikan bahwa setiap penyelam siap menghadapi kondisi ekstrem di bawah air. Dengan dukungan peralatan selam canggih ini, tim penyelam Polairud dapat menjalankan misi SAR, penyelidikan, dan pemeliharaan keamanan di bawah air dengan profesionalisme tinggi, menjadi garda terdepan di kedalaman lautan.
