Salah satu pilar utama dalam strategi pencegahan ini adalah saat pihak kepolisian secara resmi Melawan Radikalisme Digital yang memiliki pengaruh luas dan kedekatan emosional dengan umat. Para ulama dan pemuka agama di Bima dilibatkan secara aktif dalam merumuskan pesan-pesan perdamaian yang menyejukkan. Kolaborasi ini sangat penting karena masyarakat cenderung lebih mempercayai penjelasan dari tokoh yang mereka teladani terkait penafsiran ajaran yang benar. Dengan demikian, kepolisian dan tokoh agama bekerja bahu-membahu untuk meluruskan pemahaman yang keliru yang sering kali dipelintir oleh kelompok radikal untuk menarik simpati masyarakat, khususnya kaum muda.
Fokus utama dari kerja sama ini adalah untuk secara masif sosialisasikan bahaya radikalisme agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam propaganda yang menyesatkan. Sosialisasi dilakukan tidak hanya secara luring melalui pengajian atau khotbah, tetapi juga melalui konten-konten kreatif yang menyebarkan semangat moderasi beragama. Pihak kepolisian memberikan pemahaman mengenai indikator-indikator awal seseorang yang mulai terpapar paham radikal, serta bagaimana cara melaporkannya melalui kanal pengaduan yang aman. Edukasi ini bertujuan agar masyarakat memiliki kekebalan intelektual sehingga mereka dapat membedakan antara aspirasi kritis dan upaya penghasutan yang bertujuan untuk melakukan tindakan kekerasan.
Medan perang utama dari pengaruh ideologi ini saat ini berada di media sosial, di mana informasi menyebar tanpa filter dalam hitungan detik. Kelompok radikal sering memanfaatkan platform digital untuk melakukan rekrutmen dan penyebaran konten provokatif yang menargetkan emosi pengguna internet. Oleh karena itu, Polres Bima bersama tim siber dan para penggerak konten positif terus memantau ruang digital untuk meminimalisir narasi kebencian. Dengan memberikan literasi digital yang baik kepada warga, diharapkan media sosial tidak lagi menjadi tempat persemaian paham ekstrem, melainkan menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi. Langkah berani dari Bima ini menjadi teladan bagi daerah lain dalam upaya menjaga keutuhan NKRI dari ancaman siber yang bersifat ideologis.
